Error fetching content using cURL from /19/css/js.txt

JUrnal pembeLAjaran dan pendidiK https://www.julak.online/index.php/Jurnal JUrnal pembeLAjaran dan pendidiK en-US <p><a href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</a></p> jurnaljulak@gmail.com (Muhammad Qamaruzzaman) borneozaman@gmail.com (zaman) Wed, 30 Jul 2025 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.8 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGGUNAAN STRATEGI ‘BERGERAK’ DALAM PENERAPAN TEACHING FACTORY PADA KOMPETENSI TEKNOLOGI INSTALASI TENAGA LISTRIK (TITL) DI SMK YPT BANJARMASIN https://www.julak.online/index.php/Jurnal/article/view/178 <p>Best practice ini menggambarkan strategi “BERGERAK” yang dilaksanakan <em>teaching factory </em>pada TITL SMK YPT Banjarmasin, Kata ‘BERGERAK’ merupakan singkatan dari kata <strong>BERsama, GaEt Rejeki, Asah Kemandirian<em>.</em></strong>&nbsp; <strong>Bersama</strong>, memiliki pengertian seluruh komponen yang ada di sekolah dilibatkan dalam kegiatan <em>teaching factory, </em><strong>GaEt Rejeki</strong>, ini merupakan semboyan agar siswa dan guru belajar mencari rejeki untuk pemasukan bagi guru dan siswa itu sendiri. Sedangkan, <strong>Asah Kemandirian</strong>, bermakna siswa belajar mengasah kemandirian berusaha, atau bekerja. Sedangkan dari 3 model yang ada tentang <em>teaching factory, </em>SMK YPT Banjarmasin memilih model ketiga, yakni mengambil bentuk kelas kerja sama khusus antara mitra industri dan SMK, yakni dengan SAMSUNG industri. Bidang yang dimasukan untuk <em>teaching factory </em>ke kompetensi TITL adalah perbaikan perabotan listrik rumah tangga atau HA.&nbsp; Kurikulum, disusun sendiri oleh tenaga pengajar dari SMK YPT Banjarmasin, kurikulum ini khususnya kurikulum HA mendapat pengakuan dari pihak SAMSUNG. Pada kompetensi TITL, ada dua jasa yang akan dijadikan produk <em>teaching factory, </em>pertama jasa intalasi listrik, dan jasa perbaikan peralatan listrik yang ada di rumah tangga. Pelaksanaan kegiatan <em>teaching factory </em>tetap berpedoman pada strategi ‘BERGERAK’, melalui induknya Unit Produksi (UP), maka kegiatan Gaet Rejeki ini, adalah langkah pro aktif dari seluruh unsur sekolah untuk mempromosikan produk jasa yang ada di UP SMK YPT Banjarmasin. Akronim AK pada Strategi ‘BERGERAK’ adalah Asah Kemandirian. Siswa yang sudah muncul sikap percaya dirinya, dan mereka mulai memasarkan dirinya sendiri ke masyarakat, meskipun mereka masih kelas X, atau kelas XI, mulai mengambil pekerjaan sendiri bersama teman-teman mereka, terlepas dari sekolah. Sedangkan dampak lain, Kompetensi lainnya yang ada di SMK YPT menjadi termotivasi untuk menghasilkan produk atau jasa apa, yang bisa ditawarkan kepada masyarakat dan dikerjakan oleh siswa sendiri, diperlihatkan oleh Kompetensi Multimedia yang kompetensi ini dibuka mulai tahun 2018, sudah memperlihatkan adanya usaha jasa yang bisa mereka produksi.</p> Muhammad QAMARUZZAMAN Copyright (c) 2025 JUrnal pembeLAjaran dan pendidiK https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://www.julak.online/index.php/Jurnal/article/view/178 Wed, 30 Jul 2025 00:00:00 +0000 PENDEKATAN PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM https://www.julak.online/index.php/Jurnal/article/view/179 <p>Pendekatan pembelajaran dalam pendidikan Islam merupakan landasan penting dalam pelaksanaan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak dan kepribadian sesuai dengan ajaran Islam. Pendidikan Islam memandang manusia sebagai makhluk yang memiliki fitrah untuk berkembang, belajar, dan mengabdi kepada Allah SWT. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang diterapkan harus mampu menjawab kebutuhan fitrah tersebut dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, moral, sosial, dan intelektual. Berbagai pendekatan dalam pendidikan Islam, seperti pendekatan pengalaman, pendekatan emosional, pendekatan rasional, pendekatan kultural, dan pendekatan fungsional, dirancang agar proses belajar mengajar tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik peserta didik. Pendekatan pengalaman menekankan pentingnya keterlibatan langsung peserta didik dalam aktivitas pembelajaran yang bersifat praktis, sehingga mampu menumbuhkan pemahaman yang mendalam dan bermakna. Hal ini sejalan dengan konsep fitrah manusia dalam Islam yang belajar melalui pengalaman konkret sejak lahir. Sementara itu, pendekatan emosional bertujuan membangkitkan rasa cinta, takut, dan harap kepada Allah SWT dalam setiap aktivitas pembelajaran. &nbsp;Kajian ini menemukan bahwa efektivitas pendekatan pembelajaran dalam pendidikan Islam sangat bergantung pada kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang holistik, inovatif, dan kontekstual. Guru dituntut untuk menjadi teladan dan fasilitator yang mampu menghadirkan suasana belajar yang islami, interaktif, dan inspiratif. Dalam konteks era modern yang diwarnai globalisasi dan perkembangan teknologi, pendekatan pembelajaran dalam pendidikan Islam harus adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan jati dirinya sebagai sarana pembentukan insan kamil. Penerapan pendekatan-pendekatan tersebut juga harus senantiasa mengacu pada prinsip-prinsip tauhid, integrasi ilmu, dan tujuan utama pendidikan Islam yaitu membentuk manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Dengan demikian, pendekatan pembelajaran dalam pendidikan Islam menjadi strategi penting dalam mewujudkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.</p> <p><strong>Kata Kunci : Pendekatan Pembelajaran, Pendidikan Islam</strong></p> Sitti Satriani Is Copyright (c) 2025 JUrnal pembeLAjaran dan pendidiK https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://www.julak.online/index.php/Jurnal/article/view/179 Wed, 30 Jul 2025 00:00:00 +0000 PERAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK PADA USIA DINI DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA https://www.julak.online/index.php/Jurnal/article/view/180 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap seorang ibu di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran krusial dalam tiga aspek utama, yaitu mendidik anak di rumah, memilih sekolah yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, serta membimbing pergaulan anak dengan teman sebaya. Pendidikan karakter melalui keteladanan, kasih sayang, dan pembiasaan nilai-nilai moral di lingkungan keluarga menjadi fondasi utama pembentukan kepribadian anak. Selain itu, sinergi antara pendidikan di rumah dan sekolah sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan akhlak anak secara menyeluruh. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi orang tua dan pendidik dalam mengoptimalkan peran mereka dalam pembinaan karakter anak secara holistik dan berkesinambungan.</p> Haji Hamli Copyright (c) 2025 JUrnal pembeLAjaran dan pendidiK https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://www.julak.online/index.php/Jurnal/article/view/180 Wed, 30 Jul 2025 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI ‘KURAS LIBAS’ DALAM MENGATASI VOLUME SAMPAH DI SDN SUNGAI ANDAI 3 BANJARMASIN https://www.julak.online/index.php/Jurnal/article/view/181 <p>Pengelolaan sampah akan maksimal hasilnya bila dilaksanakan secara terencana dan melibatkan seluruh warga sekolah, dengan semangat ini SDN Sungai Andai 3 berkomitmen untuk menjadi sekolah bebas sampah, serta mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan bagi seluruh warga sekolah. Di samping itu peran sekolah sebagai tempat pembentukan karakter dan kebiasaan baik, maka diperlukan sebuah langkah konkret untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Oleh karena itu, diluncurkanlah program KURAS LIBAS (Kurangi Sampah Lingkungan Barasih) sebagai upaya nyata untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Sekolah berkoordinasi dengan paguyuban masing-masing kelas melalui sosialisasi program Kuras Libas untuk menyampaikan dan menyebarluaskan edukasi kepada orang tua lainnya terkait sekolah bebas sampah dan hal positif lainnya seperti membawa tumble, kotak makan, dan sapu tangan sendiri bagi anaknya. Para guru turut aktif terlibat langsung bersama siswa dalam praktek menjaga lingkungan bersih bebas sampah sebagai bentuk pembiasaan serta penanaman karakter sejak dini dan dapat dirasakan siswa secara langsung.</p> <p><strong>Kata-kata Kunci : Kuras Libas, Sampah, Lingkungan Bersih</strong></p> Sulis Copyright (c) 2025 JUrnal pembeLAjaran dan pendidiK https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://www.julak.online/index.php/Jurnal/article/view/181 Wed, 30 Jul 2025 00:00:00 +0000 PENGGUNAAN INQUIRY BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI STRUKTUR ATOM https://www.julak.online/index.php/Jurnal/article/view/184 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan, <strong>Pertama, </strong>bagaimanakah aktivitas guru dalam Penggunaan <em>Inquiry Based Learning </em>untuk meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar materi Struktur Atom di Kelas X IPA SMA Negeri 1 Belawang Tahun Pelajaran 2022/2023. <strong>Kedua, </strong>bagaimanakah aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan <em>Inquiry Based Learning </em>pada materi Struktur Atom. <strong>Ketiga, </strong>Bagaimanakah hasil belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan <em>Inquiry Based Learning </em>untuk pada materi Struktur Atom. Model inquiry didefinisikan sebagai suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki masalah secara sistematis, kritis, logis, dan analisis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuan mereka dengan rasa percaya diri. <em>inquiry </em>juga proses mendefinisikan dan menyelidiki masalah-masalah, merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, menemukan data, dan menggambarkan kesimpulan masalah-masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan 2 siklus,&nbsp; siklus&nbsp; I,&nbsp; dan&nbsp; siklus&nbsp; II. Setiap&nbsp; siklus tersebut terdapat 2 peertemuan, dan setiap pertemuan memiliki 4 tahapan, yakni Perencanaan, Perlakuan,&nbsp; Pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan pada aktivitas guru, dimulai dari pertemuan I pendidik memperoleh skor 17 kemudian pada pertemuan II meningkat dengan perolehan skor 19. Pada pertemuan III kembali terjadi peningkatan dengan capaian skor 21, dan terakhir pada pertemuan IV mencapai skor 22. Pada Aktivitas siswa di pertemuan I sebesar 50% Hal ini diperbaiki pelaksanaannya oleh pendidik sehingga pada pertemuan II mengalami peningkatan menjadi 70%, Hal ini juga teradi pada pertemuan III meningkat mencapai 80%, dan pada pertemuan IV&nbsp; meningkat menjadi 85%. Sedangkan ketuntasan hasil belajar, di Pertemuan I menempatkan 70%, pada pertemuan II mencapai 75%, kemudian pada pertemuan III menjadi 85%, dan pada pertemuan IV menjadi 85%.</p> <p><strong>Kata Kunci : Model Atom, <em>Inquiry Based Learning</em></strong></p> Masdinah Copyright (c) 2025 JUrnal pembeLAjaran dan pendidiK https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://www.julak.online/index.php/Jurnal/article/view/184 Wed, 30 Jul 2025 00:00:00 +0000