PENGGUNAAN BIMBINGAN BERKELANJUTAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 1 KURIPAN

Authors

  • Rusdi Amali SMA NEGERI 1 KURIPAN BARITO KUALA

Keywords:

bimbingan Berkelanjutan, komponen RPP

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menjawab pertanyaan, pertama,  bagaimana penggunaan Bimbingan Berkelanjutan  untuk meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SMA Negeri 1 Kuripan Tahun Pelajaran 2018/2019. Kedua, apakah terjadi peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran setelah dilaksanakan Bimbingan Berkelanjutan di SMA Negeri 1 Kuripan Tahun Pelajaran 2018/2019. Kegiatan bimbingan berkelanjutan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk memilih, mempersiapkan diri dan memangku jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya. Bimbingan berkelanjutan memberi implikasi pada pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis yang dilakukan oleh ahli yang telah mendapat latihan khusus, dimaksudkan agar individu dapat memahami dirinya, lingkungannya. 

Berdasarkan hasil penelitian, ternyata ada 7 komponen dalam RPP yang masih belum dikuasai secara maksimal oleh guru, yakni Komponen  pencantuman tujuan pembelajaran pada RPP, Komponen materi pembelajaran, Komponen media, alat dan sumber pembelajaran, Komponen langkah-langkah kegiatan RPP, Komponen langkah penilaian, Komponen langkah pengayaan dan Komponen langkah remedial dalam RPP.

Untuk Komponen pencantuman tujuan pembelajaran pada RPP pada Siklus I persentasenya sebesar 70,59 %, di Siklus II menjadi 82,35% ada peningkatan sebesar 11,76%. Untuk komponen materi pembelajaran dalam Siklus I nilai persentasenya 69,12%, di siklus II menjadi 80,88% atau terjadi peningkatan sebesar 11,76% Untuk Komponen media, alat dan sumber pembelajaran pada Siklus I sebesar 61,76% dan di Siklus II menjadi 83,82% ini berarti terjadi peningkatan sebesar 22,06%. Untuk Komponen langkah-langkah kegiatan RPP dalam Siklus I persentasenya 70,59% di Siklus kedua menjadi 77,94% ini terjadi peningkatan sebesar 7,35%. Untuk Komponen langkah penilaian pada siklus I sebesar 70,59%. Sedangkan di Siklus II 91,18% maka terjadi peningkatan sebesar 20,59 Untuk Komponen 11, langkah pengayaan penilaian pada siklus I, nilai persentasenya sebesar 50,00% sedangkan pada siklus II, menjadi 88,24 sebesar 38,24%. Untuk komponen komponen langkah remedial, nilai persentasenya pada siklus I sebesar 50%. pada Siklus II menjadi 86,76 atau meningkat sebesar 36,76%

Downloads

Published

17-02-2022